Pengertian RT/RW Net

Mualtry - RT/RW Net dapat di artikan sesuai namanya yaitu Internet dengan cangkupan area RT/RW dalam suatu wilayah, namun banyak juga beberapa pemain RT/RW Net yang mencangkup antar kecamatan bahkan antar kota. Menurut saya pribadi RT/RW Net merupakan sebutan untuk suatu badan usaha penjual Bandwidth Internet yang belum memiliki izin resmi sendiri dan mencangkup area kecil.

Secara garis besar RT/RW Net merupakan suatu konsep dimana beberapa komputer dalam suatu perumahan atau blok dapat saling berhubungan dan dapat berbagi data serta informasi. Konsep lain dari RT/RW Net adalah memberdayakan pemakaian internet dimana fasilitas internet tersedia selama 24 jam sehari selama sebulan dimana biaya yang akan dikeluarkan akan murah karena semua biaya pembangunan infrastruktur, operasional dan biaya langganan akan ditanggung bersama. 

RT/RW-Net adalah jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT/RW melalui media kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah. Pemanfaatan RT/RW Net ini dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi warga untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat, melakukan polling ataupun pemilihan ketua RT/RW dan lain-lain yang bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media e-Mail/Chatting/Web portal, disamping fungsi koneksi internet yang menjadi fasilitas utama. Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP. Har tersebut tergantung pada kreativitas penyedia jasa RT/RW Net itu sendiri.

Disini dapat kita simpulkan perbedaanya ada pada izin dan juga wilayah cakupan operasional usaha tersebut, ada beberapa kasus dimana pemain RT/RW Net terkena denda atau sanksi oleh ISP yang melarang menjual kembali Bandwidth internetnya. Sampai disini kita jadi tahu betapa pentingnya suatu izin resmi untuk usaha dibidang ini, oleh karena itu banyak teman-teman yang menjadi subnet dari ISP swasta yang sudah memiliki izin resmi, walau harganya agak mahal dibanding dengan ISP kebanyakan namun biasanya kita diperbolehkan menjual kembali Bandwidth internet yang telah kita beli sekaligus kita berada pada naungan ISP swasta tersebut.

Sejarah singkat RT/RW-net

Istilah RT/RW-net pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang (UMM), seperti Nasar, Muji yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus UMM yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. Sambungan antara RT/RW Net di kos-kosan ke UMM dilakukan menggunakan walkie talkie di VHF band 2 meter pada kecepatan 1200bps. Kemudian para mahasiswa Malang ini menamakan jaringan mereka sebagai RT/RW Net karena memang di sambungkan ke beberapa rumah di sekitar kos-kosan mereka.

Konsep RT-RW-Net sebetulnya sama dengan konsep Warnet, pemilik warnet akan membeli atau menyewa pulsa atau bandwidth dari penyedia internet / ISP (Internet Service Provider) misalkan Telkom, Indosat atau Indonet, lalu dijual kembali ke pelanggan yang datang menyewa komputer untuk bermain internet baik untuk membuka Email, Chating, Browsing, Main Game dll. Apakah RT/RW Net ini Murah ? Jawabanya adalah iya. Mari kita ambil contoh dengan menyewa komputer di Warnet dengan Rp.3.500 /jam. Asumsikan kita menyewa selama 4 jam perhari maka biaya yang akan dikeluarkan selama sebulan adalah Rp. 420.000. Bandingkan dengan RT/RW net ini dengan asumsi kita berlangganan Di Telkom yakni speedy untuk besaran bandwidth 10 Mbps yang harganya Rp. 300.000,- perbulan. Maka jika jumlah warga yang bergabung misalkan 10 orang maka sebulan warga hanya akan membayar kurang lebih Rp 30.000. Biaya tersebut termasuk sangat murah karena pelanggan akan bebas menggunakan internet selama 24 jam sehari selama sebulan penuh. Meskipun di jam tertentu di jamin lemot namun sekarang sudah ada paket khusus yaitu dedicated dimana Bandwidth akan terjamin utuh sehingga tidak berpengaruh pada jam sibuk setiap harinya namun untuk harga sendiri lebih mahal daripada paket standart yang dijual.

Tujuan membangun RT/RW-Net

Saat ada sesuatu hal yang dikerjakan tentunya ada tujuan, baik itu untuk mencari keuntungan ataupun mencari manfaat untuk kepentingan bersama, berikut saya rangkum beberapa tujuan berdirinya RT/RW Net :

  1.  Menyebarluaskan internet, masih ada banyak tempat di Indonesia yang masih atau minim jaringan internet, nah disini peran RT/RW Net sangaat dibutuhkan dimana kalau kita menunggu ISP besar masuk pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
  2. Membangun komunitas teknologi, jika suatu desa atau lokasi sudah ada jaringan internet maka informasi akan mudah di akses sehingga warga bisa belajar dan update berbagai informasiyang bermanfaat.
  3. Pengembangan infrastruktur teknologi, disini peran pengembangan akan sangat ditentukan oleh kreativitas RT/RW Net, di dalam sistim RT/RW Net kita dapat menambahkan berbagai macam fitur yang sangat bermanfaat misalnya Mail Server, VOIP, Library Server, VPN, Video Server, Fitur Chat dan beberapa sistim database lainya. Bayangkan saja dengan fasilitas tersebut pengusaha RT/RW Net bisa menghemat beberapa Bandwidth, hal ini akan saling menguntungkan antara pengusaha dan konsumen.
  4. Mencari keuntungan, yang terakhir tentunya merupakan faktor utama dari usaha ini didirikan, agar usaha RT/RW Net dapat terus berjalan tentunya harus ada untung dengan memperbaiki kualitas layanan serta memperbanyak jumlah pelanggan dengan promosi antar tetangga. Semoga dengan usaha tersebut usaha teman-teman bisa tambah maju.

Tujuan lain dari RT/RW Net secara garis besar adalah membuat semacam Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke jaringan Internet secara terus-menerus dan tidak terputus, maka bisnis internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan internet untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, pengecekan Saldo Bank , pemesanan tiket Pesawat dll.

Berapa investasi yang dibutuhkan ?

Untuk pendirian RT/RW Net ini, ada 2 biaya yang akan dikeluarkan yakni biaya investasi awal dan biaya iuran perbulan. Biaya investasi awal adalah biaya yang hanya dikeluarkan sekali yakni biaya untuk pembangunan infrastrukur. Sedangkan biaya iuran bulanan dan biaya operator adalah biaya yang akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar ke penyedia internet dimana besaranya akan tergantung dari besar bandwith atau kapasitas saluran yang akan disewa. Besaran biaya untuk iuran bulanan ini juga tergantung dari banyaknya pelanggan yang tergabung atau kebijakan masing-masing pemain RT/RW Net itu sendiri. 

Yang termasuk biaya investasi awal adalah biaya untuk pembuatan Netwotk (jaraingan) antar RT/RW dan biaya penyediaan perlengkapan untuk pemakai/warga yang ingin bergabung. Yang termasuk biaya yang akan dikeluarkan oleh calon pelanggan untuk pemenuhan perlengkapan adalah pembelian kabel, converter(jika menggunakan FO), antena, access point dan sebagainya.

Untuk memulai proyek RT/RW Net harus ada tempat yang akan dijadikan sebagai Central (server) RT/RW-Net yakni tempat untuk mengelola system jaringan atau tempat akan diletakanya server perangkat modem, Billing Server, Access Point dan Switch dan juga sebagai tempat untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan /rumah setiap anggota. Untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan maka ada dua cara yang umunya ditempuh yakni dengan menggunakan sistem kabel (UTP) dan sistem Wireless (Gelombang Radio). 

Dengan berbagai pertimbangan termasuk letak rumah para pelanggan yang tersebar maka sistem kabel tidak akan efisien jika harus menarik satu kabel kesetiap pelanggan/rumah karena jarak serta kontur tanah yang tidak rata. Dengan pertimbangan efesiensi dan efektifitas termasuk kemudahan maintenance maka kami usulkan untuk menggunakan system Wireless ketika akan mendistribusikan koneksi internet kesetiap rumah termasuk pembentukan sistem jaringan komputer atau Local Area Network (LAN).
Peralatan yang dibutuhkan (Calon Pelanggan)

Setiap warga yang ingin bergabung dalam komunitas RT/RW net ini maka peralatan yang dibutuhkan adalah :

  1. Antena penerima untuk sistim Point to Point (PTP)
  2. Kabel LAN
  3. Access Point
  4. Converter FO (Jika menggunakan FO)
  5. Kabel FO (Jika menggunakan jalur FO)
  6. Pipa untuk antena

Semua biaya untuk perlengkapan adalah biaya yang dibutuhkan oleh warga jika ingin bergabung dengan RT/RW Net, pada tahap ini untuk penanggung biaya perangkat tergantung dari kesepakatan antara pemain RT/RW Net dan juga pelangganya. 

Tempat yang menjadi server akan dibangun sebuah tower/antena dengan ketinggian sekitar 25 meter sehingga bisa menjangkau seluruh rumah di Blok A termasuk rumah yang ada di Blok D. Dari tower ini akan dipasang sebuah antena dan Access Point sehingga frekuensi radio atau sinyal dapat ditangkap oleh semua pelanggan.

Ada juga versi simple nya dimana kita hanya menggunakan switch dan juga kabel LAN dengan sistim estafet dari rumah ke rumah. Namun akan memakan biaya yang lebih banyak daripada menggunakan Kabel Fiber Optic.

Media Pendistribusian Internet

Secara umum distribusi internet ada dua macam yaitu menggunakan kabel dan juga wireless, berikut akan saya jelaskan sedikit mengenai cara-cara tersebut.

  1. Distribusi Internet menggunakan Kabel, sesuai dengan namanya disini internet di salurkan menggunakan media kabel, ada dua macam kabel yang biasa digunakan oleh para pengusaha RT/RW Net sendiri yaitu kabel LAN dan kabel FO. Kabel LAN untuk jarak pendek biasanya di bawah 150 Meter, memiliki jarak terbatas dan juga biaya lebih mahal dibandingkan kabel FO. Sedangkan kabel Fiber Optic (FO) digunakan untuk jarak jauh hingga puluhan Kilo Meter. Saya sendiri pernah dalam suatu project menggunakan kabel FO untuk sistim komunikasi dengan jarak belasan Kilo Meter dengan rate di bawah 10ms. Dari beberapa penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa penggunaan jenis kabel di tentukan oleh jarak dari lokasi ke tempat tujuan.
  2.  Distribusi internet menggunakan Wireless, media nirkabel atau wireless sendiri merupakan media komunikasi tanpa kabel, biasa digunakan pada wilayah yang jauh atau mempunyai medan yang sulit untuk penggunaan kabel, ada beberapa jenis perangkat wireless mulai dari low frequency hingga high frequency yang dapat menempuh jarak hingga puluhan Kilo Meter. Perlu diperhatikan juga sering saya dapati untuk kasus tower yang terkena sambaran petir dikarenakan tidak adanya grounding tower, hal tersebut berakibat fatal karena semua device bisa rusak karena sambaran petir. Untuk tower pusat yang tinggi sangat diwajibkan untuk pemasangan sistim grounding sendiri agar saat adanya petir yang menyambar akan langsung di netralisir ke dalam tanah sehingga perangkat jaringan kita aman. Sobat juga dapat memasang proteksi Surge Protector untukkabel utama yang mengarah ke tower agar saat masih ada lonjakan arus bisa terputus oleh Surge Protector sehingga device tetap aman.

Perlu di perhatikan untuk pemilihan media distribusi yang tepat di sesuaikan dengan dana yang ada, hal tersebut juga meninjau dari sisi dampak untuk kedepanya. Lebih baik mengeluarkan dana lebih tapi kita tenang daripada ingin menghemat biaya namun kita was-was dengan kejadian yang tidak di inginkan. 

Sukses selalu untuk para pejuang RT/RW Net di seluruh Indonesia yang rela berkorban demi menyebarkan internet ke pelosok Indonesia, semoga kedepanya lebih diperhatikan oleh pemerintah khususnya untuk proses perizinan penjualan bandwidth. Mari kita do'akan untuk teman-teman yang berusaha di pelosok Indonesia agar di beri kelancaran dan keberkahan dalam bisnis RT/RW Net. Terima kasih telah berkunjung di www.mualtry.com, nantikan update artikel berikutnya, jangan lupa share dan juga tulis pendapatmu mengenai ertikel ini.

0Komentar

Malu bertanya sesat di jalan, kepo itu perlu baik untuk diri sendiri maupun orang lain

Sebelumnya Selanjutnya