Menentukan Faktor Nilai Signal

Dalam menentukan nilai dari signal baik itu kekuatan maupun kualitas dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut yaitu :

  1. Banyaknya user dalam 1 tower
  2. Jarak antar menara
  3. Banyaknya repeater tower
  4. Persaingan frekuensi antar Provider
  5. Hambatan fisik (gunung, gedung, hutan dll)
  6. Cuaca

Oleh karena itu, pengukuran seperti Kekuatan Sinyal (RSSI) dan Kualitas Sinyal (EC/IO) tidak memasukkan semua faktor yang relevan untuk menggambarkan kualitas signal. Misalnya sobat mungkin memiliki nilai RSSI yang sangat baik yaitu -51 dBm, tetapi Tower Load (jumlah pengguna seluler) di wilayah sobat sangat tinggi. Dalam hal ini, meskipun Sobat memiliki nilai Kekuatan Sinyal yang besar, Sobat mungkin tidak mencapai kecepatan data seluler maksimum bisa dibilang lemot karena banyaknya user dalam 1 tower.

Disclaimer

  1. Kekuatan Sinyal dan Kualitas Sinyal harus dipertimbangkan untuk koneksi data seluler yang bagus
  2. Nilai yang diukur atau dilaporkan bervariasi menurut modem, operator, dan lingkungan jaringan
  3. Tidak ada jawaban pasti untuk apa signal akan digunakan saat berhasil tersambung
  4. Meskipun kekuatan sinyal mungkin tampak memadai, kecepatan throughput dapat bervariasi karena ketergantungan pada beban menara selule.

2G (GSM)

2G (GSM) Kekuatan sinyal ditentukan hanya oleh satu nilai yaitu : 

  1. RSSI - Received Signal Strength Indicator : RSSI adalah nilai negatif, dimana saat nilai semakin mendekati angka 0 maka semakin kuat sinyalnya. Sobat dapat mengecek pada menu setting modem


3G (WCDMA, TDSCDMA, CDMA, EVDO, CDMA-EVDO)

Untuk mode layanan 3G, ada tiga nilai pengukuran kekuatan signal yaitu:

  1. RSSI - Received Signal Strength Indicator : RSSI adalah nilai negatif, dimana saat nilai semakin mendekati angka 0 maka semakin kuat sinyalnya. Sobat dapat mengecek pada menu setting modem
  2. EC/IO - menunjukkan rasio interferensi downlink (kualitas sinyal). EC/IO adalah nilai dBm negatif. dimana saat nilai semakin mendekati angka 0 maka semakin kuat sinyalnya
  3. RSCP - menunjukkan Kekuatan Kode Sinyal yang Diterima
Nilai standar RSSI untuk 3G pada dasarnya sama dengan 2G yaitu dimana saat nilai semakin mendekati angka 0 maka semakin kuat sinyalnya

4G LTE

Konsep 4g LTE

Mualtry - Dalam telekomunikasi Long-Term Evolution (LTE) adalah standar untuk komunikasi broadband nirkabel untuk perangkat seluler dan terminal data, berdasarkan standar GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Hal ini meningkatkan kapasitas dan kecepatan standar tersebut dengan menggunakan antarmuka radio yang berbeda dan peningkatan jaringan inti. LTE adalah jalur peningkatan untuk operator dengan jaringan GSM/UMTS dan jaringan CDMA 2000. Karena frekuensi dan pita LTE berbeda dari satu negara ke negara lain, hanya telepon multi-band yang dapat menggunakan LTE di semua negara yang mendukungnya, terkadang ada juga HP yang berasal dari luar negeri yang tidak bisa menangkap signal karena perbedaan tersebut. 

Standar ini dikembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project) dan ditetapkan dalam Release 8 document series, dengan peningkatan kecil yang dijelaskan dalam Release 9. LTE juga disebut 3.95G dan telah dipasarkan sebagai "4G LTE" dan "4G Lanjutan", tetapi tidak memenuhi kriteria teknis layanan nirkabel 4G, sebagaimana ditentukan dalam seri dokumen 3GPP Release 8 dan 9 untuk LTE Advanced. Persyaratan ditetapkan oleh organisasi ITU-R dalam spesifikasi IMT Advanced, tetapi, karena tekanan pasar dan kemajuan signifikan yang dibawa oleh WiMAX, Evolved High Speed ​​​​Packet Access, dan LTE ke teknologi 3G asli, ITU kemudian memutuskan bahwa LTE dan teknologi yang disebutkan di atas dapat disebut teknologi 4G. Standar LTE Advanced secara resmi memenuhi persyaratan ITU-R untuk dipertimbangkan sebagai IMT-Advanced. Untuk membedakan LTE Advanced dan WiMAX-Advanced dari teknologi 4G saat ini, ITU telah mendefinisikannya sebagai "True 4G".

Definisi 4G

4G mempunyai pengertian four-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi seluler. 4G merupakan pengembangan dari 3G dan 2G. Sistem 4G menyediakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya telepon pintar dan laptop menggunakan modem USB

Definisi LTE

Jika mengambil pengertian yang ada di haiwiki, merupakan singkatan dari Long Term Evolution dan lebih dikenal dengan 4G LTE yang merupakan perkembangan kecepatan konektivitas dari GSM/EDGE (2G), UMTS/HSPA (3G). Didalam LTE ini ada 16 kategori kecepatan mulai dari CAT 1-16, dimana semakin tinggi Category semakin tinggi pula kecepatannya.

Berikut adalah daftar 10 negara/wilayah teratas menurut cakupan 4G LTE yang diukur oleh OpenSignal.com pada Februari/Maret 2019 

4G LTE merupakan jaringan yang sedang di lakukan pemerataan di indonesia, walau saat ini di kota besar sudah mulai muncul jaringan 5G yang meriupakan versi lanjutan dari 4G. Jaringan LTE ini mampu menawarkan speed hingga 100Mbps dengan menggunakan teknik modulasi OFDM. Berikut beberapa parameter Radio yang umum untuk mengukur kualitas jaringan LTE (Long Term Evolution)

Untuk mode layanan 4G, ada empat pengukuran yang relevan yaitu :

  1. RSSI - Received Signal Strength Indicator. RSSI adalah nilai negatif, dimana saat nilai semakin mendekati angka 0 maka semakin kuat sinyalnya
  2. RSRP - Daya yang Diterima Sinyal Referensi adalah kekuatan Sinyal Referensi LTE yang tersebar di seluruh bandwidth dan frekuensi
  3. RSRQ - Reference Signal Received Quality adalah jenis pengukuran C/I dan menunjukkan kualitas sinyal referensi yang diterima (mirip dengan EC/IO)
  4. SINR - Signal to Interference plus Noise Ratio (Minimal -20 dB SINR diperlukan untuk mendeteksi RSRP/RSRQ). Menunjukkan kapasitas throughput saluran. Sesuai dengan namanya, SINR adalah kekuatan sinyal dibagi dengan kekuatan interferensi apa pun.

RSSI untuk LTE dihitung dari beberapa pengukuran terkait sinyal lainnya: RSSI = wideband power = noise + serving cell power + interference power. Misalnya, modem 4G LTE mungkin melaporkan RSSI sebesar -68 dBm, tetapi:
RSRP = -102 dBm
RSRQ = -16 dB
SINR = -1,8 dB
 

Dalam hal ini, kualitas sinyal sebenarnya sangat buruk. Ini bisa jadi karena perangkat berada agak jauh dari pemancar LTE. Mungkin juga ada sesuatu yang mengganggu sinyal, seperti gedung atau penghalang lain antara perangkat dan menara.


Berikut sedikit pembahasan mengenai 2G (GSM), 3G, 4G, jika ada hal yang perlu di tanyakan silakan tulis di kolom komentar. Sekian dari saya, disini saya hanya sekedar menshare ulang dengan maksud ingin berbagi, pastikan sobat tunggu update berikutnya hanya di www.mualtry.com. Sekian post dari saya semoga bermanfaat terima kasih.

0Komentar

Malu bertanya sesat di jalan, kepo itu perlu baik untuk diri sendiri maupun orang lain

Sebelumnya Selanjutnya
-->