Pembahasan IP Version 4 (TCP/IPv4) dan IP Version 6 (TCP/IPv6)

Pembahasan IP Version 4 (TCP/IPv4) dan IP Version 6 (TCP/IPv6)
Mualtry

Apa itu ip  address

Mualtry - IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat unik yang diberikan kepada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan baik itu offline maupun online. IP Address digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakan antara satu perangkat dengan perangkat lainnya di dalam jaringan internet. IP Address terdiri dari angka-angka biner, namun untuk memudahkan penggunaan oleh manusia, angka-angka tersebut dikonversi ke dalam format desimal yang terdiri dari empat blok angka, dipisahkan oleh tanda titik. Ada dua versi IP Address yang umum digunakan saat ini, yaitu IPv4 dan IPv6. IPv4 menggunakan 32 bit untuk mengidentifikasi sebuah perangkat, sedangkan IPv6 menggunakan 128 bit.

Sejarah ip address

Mualtry - Sejarah IP Address bermula pada tahun 1960-an, ketika Amerika Serikat Departemen Pertahanan (DOD) menciptakan jaringan komunikasi yang dikenal sebagai ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network). ARPANET adalah jaringan pertama yang menggunakan protokol internet untuk menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan yang terdistribusi.

Pada awalnya, ARPANET menggunakan sebuah sistem identifikasi yang disebut Network Control Program (NCP) untuk mengidentifikasi setiap komputer dalam jaringan. Namun, karena jumlah komputer dalam jaringan semakin banyak, NCP tidak lagi efektif dan perlu diganti dengan sebuah sistem yang lebih fleksibel.

Pada tahun 1981, Internet Protocol (IP) diperkenalkan sebagai protokol pengganti NCP. IP memungkinkan setiap perangkat di jaringan memiliki alamat unik, sehingga memungkinkan pengiriman data dan komunikasi antar perangkat secara efisien dan akurat. Versi pertama IP yang digunakan adalah IPv4, yang menggunakan 32 bit untuk mengidentifikasi alamat setiap perangkat.

Seiring dengan pertumbuhan internet, kebutuhan akan alamat IP yang lebih banyak terus meningkat. Hal ini mendorong pengembangan IPv6, yang menggunakan 128 bit untuk mengidentifikasi alamat setiap perangkat. IPv6 diperkenalkan pada tahun 1998, tetapi penggunaannya masih belum sepopuler IPv4.

Saat ini, IP Address menjadi bagian yang sangat penting dalam infrastruktur internet. Setiap perangkat yang terhubung ke internet harus memiliki IP Address unik, dan pengaturan IP Address dilakukan oleh lembaga yang bernama Internet Assigned Numbers Authority (IANA).

Kelas ip address

  1. IPv4 terbagi menjadi 5 kelas IP Address, yaitu:
    Kelas A:
    - Alamat IP kelas A dimulai dari 1.0.0.0 hingga 127.0.0.0.
    - Alamat IP kelas A memiliki 8 bit untuk bagian jaringan dan 24 bit untuk bagian host.
    - Alamat IP kelas A digunakan untuk jaringan besar dan dapat menampung hingga 16 juta host.
  2. Kelas B:
    - Alamat IP kelas B dimulai dari 128.0.0.0 hingga 191.255.0.0.
    - Alamat IP kelas B memiliki 16 bit untuk bagian jaringan dan 16 bit untuk bagian host.
    - Alamat IP kelas B digunakan untuk jaringan sedang dan dapat menampung hingga 65 ribu host.
  3. Kelas C:
    - Alamat IP kelas C dimulai dari 192.0.0.0 hingga 223.255.255.0.
    - Alamat IP kelas C memiliki 24 bit untuk bagian jaringan dan 8 bit untuk bagian host.
    - Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan kecil dan dapat menampung hingga 254 host.
  4. Kelas D:
    - Alamat IP kelas D dimulai dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255.
    - Alamat IP kelas D digunakan untuk multicast, yaitu mengirimkan paket data ke beberapa alamat IP secara bersamaan.
  5. Kelas E:
    - Alamat IP kelas E dimulai dari 240.0.0.0 hingga 255.255.255.255.
    - Alamat IP kelas E digunakan untuk keperluan eksperimen dan riset, sehingga jarang digunakan pada umumnya.

Apa itu ip private

IP Private adalah sejumlah blok alamat IP yang digunakan dalam jaringan lokal atau intranet. IP Private ini tidak bisa digunakan untuk terhubung ke Internet secara langsung, karena IP Private tidak dapat diakses dari Internet, kecuali melalui router yang terhubung ke Internet dan melakukan Network Address Translation (NAT) atau Port Address Translation (PAT).

Berikut adalah blok alamat IP Private yang umum digunakan:

  1. 10.0.0.0 - 10.255.255.255 (10.0.0.0/8)
  2. 172.16.0.0 - 172.31.255.255 (172.16.0.0/12)
  3. 192.168.0.0 - 192.168.255.255 (192.168.0.0/16)

Penggunaan IP Private ini sangat berguna untuk membuat jaringan lokal yang terisolasi dari Internet, dan juga untuk menghindari konflik alamat IP yang mungkin terjadi ketika dua jaringan lokal berbeda menggunakan alamat IP yang sama. Selain itu, IP Private juga membantu mengamankan jaringan lokal dari serangan yang berasal dari luar, karena IP Private tidak dapat diakses secara langsung dari Internet.

Apa itu ip public

IP Public adalah alamat IP yang digunakan untuk terhubung ke Internet. Setiap perangkat yang terhubung ke Internet harus memiliki alamat IP Public yang unik. IP Public ini dapat diakses dari seluruh dunia, sehingga memungkinkan perangkat tersebut terhubung ke Internet dan dapat saling berkomunikasi dengan perangkat lain yang terhubung ke Internet.

IP Public didapatkan dari penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) dan diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Alamat IP Public bersifat unik dan tidak dapat digunakan oleh perangkat lain dalam jaringan yang sama, sehingga memungkinkan perangkat tersebut terhubung ke Internet dan diakses oleh perangkat lain dari seluruh dunia.

IP Public juga memungkinkan untuk mengidentifikasi lokasi geografis dari sebuah perangkat. Oleh karena itu, IP Public juga digunakan oleh banyak aplikasi dan layanan online untuk mengakses informasi mengenai lokasi geografis pengguna, meskipun informasi ini tidak selalu akurat.

Berapa Biaya berlangganan ip public ?

Mualtry - Harga berlangganan IP Public dapat bervariasi tergantung pada negara dan penyedia layanan internet (ISP) yang digunakan. Selain itu, harga dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung pada persaingan pasar, kebijakan pemerintah, dan permintaan pasar.

Namun, sebagian besar ISP saat ini tidak mengenakan biaya tambahan untuk mendapatkan IP Public, melainkan sudah termasuk dalam biaya bulanan berlangganan layanan internet. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengecek informasi dari penyedia layanan internet yang tersedia di daerah Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai biaya berlangganan IP Public pada saat ini.

Apa itu IP Version 4 (TCP/IPv4)

IP Version 4 (IPv4) adalah protokol internet yang paling umum digunakan untuk mengirimkan paket data di Internet. IPv4 menggunakan format 32-bit untuk menentukan alamat IP, yang terdiri dari empat bagian yang dipisahkan oleh titik. Setiap bagian dapat memiliki nilai antara 0 dan 255, sehingga total ada sekitar 4,3 miliar alamat IP yang mungkin.

IPv4 mendefinisikan cara paket data dikirimkan dari sumber ke tujuan melalui jaringan yang terdiri dari beberapa router dan switch. Setiap paket data IPv4 terdiri dari header dan data. Header berisi informasi seperti alamat IP pengirim dan penerima, sementara data berisi informasi yang dikirimkan.

Meskipun IPv4 masih banyak digunakan, namun dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke Internet, jumlah alamat IP yang tersedia dalam IPv4 semakin menipis. Oleh karena itu, IPv6 (Internet Protocol Version 6) yang menggunakan format alamat 128-bit, telah dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah alamat IP yang tersedia pada IPv4.

Cara setting IP Version 4 (TCP/IPv4) pada windows


Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan setting IP Version 4 (TCP/IPv4) pada Windows:

  1. Buka menu "Start" dan ketik "Control Panel" pada kotak pencarian. Kemudian klik "Control Panel" pada hasil pencarian.
  2. Pilih opsi "Network and Sharing Center" di Control Panel.
  3. Klik pada koneksi jaringan yang ingin diatur (misalnya, "Ethernet" atau "Wi-Fi").
  4. Pilih opsi "Properties".
  5. Di jendela "Properties", cari dan pilih opsi "Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)".
  6. Klik "Properties" untuk membuka jendela konfigurasi.
  7. Pilih opsi "Use the following IP address".
  8. Masukkan alamat IP yang ingin digunakan di kolom "IP address", "Subnet mask", dan "Default gateway". Kolom "DNS server" juga dapat diisi jika diperlukan.
  9. Klik "OK" untuk menyimpan konfigurasi.
  10. Restart koneksi jaringan jika diperlukan.

Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, IP Version 4 (TCP/IPv4) pada Windows sudah diatur sesuai dengan konfigurasi yang diinginkan. Namun, perlu diingat bahwa setting IP yang salah dapat mengakibatkan masalah dalam terhubung ke jaringan atau internet, sehingga sebaiknya melakukan setting ini dengan hati-hati dan sesuai dengan panduan yang diberikan oleh administrator jaringan.

Apa itu IP Version 6 (TCP/IPv6)

Mualtry - IP Version 6 (IPv6) adalah versi protokol internet yang lebih baru dan lebih canggih dibandingkan dengan IPv4. IPv6 menggunakan format alamat 128-bit, yang memungkinkan jumlah alamat IP yang sangat besar, yakni sekitar 340 undecillion. Alamat IPv6 terdiri dari delapan blok angka heksadesimal, yang dipisahkan oleh titik dua-kali.

IPv6 dirancang untuk mengatasi masalah keterbatasan alamat IP pada IPv4 dan menyediakan banyak fitur tambahan, seperti:

  1. Otomatisasi konfigurasi jaringan, yang memudahkan perangkat untuk bergabung ke jaringan IPv6 tanpa memerlukan konfigurasi manual.
  2. Keamanan yang lebih baik, dengan fitur seperti IPsec (Internet Protocol security) yang disertakan dalam protokol IPv6.
  3. Peningkatan kualitas layanan (Quality of Service/QoS), yang memungkinkan pengguna untuk memberikan prioritas pada jenis data tertentu, seperti video atau suara, dalam jaringan.
  4. Dukungan untuk multicast, yang memungkinkan pengiriman paket data ke beberapa tujuan sekaligus, sehingga menghemat bandwidth dan mempercepat pengiriman data.

Meskipun IPv6 sudah tersedia sejak lama, namun masih banyak perangkat yang menggunakan IPv4, sehingga keduanya harus bisa beroperasi bersamaan dalam jaringan. Oleh karena itu, kebanyakan sistem operasi dan perangkat jaringan saat ini mendukung kedua protokol ini, untuk konfigurasi pada OS windows mirip dengan setting IPv4 di atas.

Persyaratan pemakaian IP Version 6 (TCP/IPv6)

Beberapa persyaratan untuk dapat menggunakan IP Version 6 (IPv6) adalah sebagai berikut:

  1. Sistem Operasi: Sistem operasi yang digunakan pada perangkat harus mendukung IPv6. Kebanyakan sistem operasi modern, seperti Windows 10, macOS, dan Linux, sudah mendukung IPv6.
  2. Perangkat Jaringan: Perangkat jaringan, seperti router dan switch, juga harus mendukung IPv6. Jika perangkat jaringan tidak mendukung IPv6, maka jaringan tidak dapat menggunakan protokol ini.
  3. Akses Internet: Untuk dapat terhubung ke internet menggunakan IPv6, penyedia layanan internet (ISP) harus menyediakan layanan IPv6. Beberapa ISP sudah menyediakan layanan IPv6, namun masih banyak yang belum menyediakan.
  4. Konfigurasi: Jaringan harus dikonfigurasi dengan benar untuk menggunakan IPv6. Hal ini meliputi konfigurasi alamat IPv6, subnet mask, gateway, dan DNS.
  5. Aplikasi: Aplikasi yang digunakan harus mendukung IPv6. Sebagian besar aplikasi modern sudah mendukung IPv6, namun beberapa aplikasi kuno mungkin tidak mendukung.

Jika semua persyaratan di atas terpenuhi, maka jaringan dapat menggunakan IPv6 untuk mengirimkan dan menerima data melalui internet. Namun, perlu diingat bahwa IPv4 masih banyak digunakan, sehingga jaringan harus dapat beroperasi dengan kedua protokol ini.

Kelebihan dan kekurangan IP Version 4 (TCP/IPv4) dan IP Version 6 (TCP/IPv6)

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari IP Version 4 (IPv4) dan IP Version 6 (IPv6):

Kelebihan IP Version 4 (TCP/IPv4):

  1. Kompatibilitas: IPv4 sudah menjadi standar internet selama lebih dari 30 tahun, sehingga hampir semua perangkat dan sistem operasi yang digunakan saat ini mendukung IPv4.
  2. Sederhana: Alamat IPv4 hanya terdiri dari 32 bit, sehingga lebih mudah untuk diingat dan dioperasikan.
  3. Lebih banyak opsi ISP: Karena IPv4 telah digunakan selama lebih dari tiga dekade, hampir semua penyedia layanan internet (ISP) menyediakan layanan IPv4.

Kekurangan IP Version 4 (TCP/IPv4):

  1. Keterbatasan alamat IP: IPv4 hanya menyediakan sekitar 4,3 miliar alamat IP, yang jumlahnya sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan internet saat ini.
  2. Keamanan: IPv4 tidak menyertakan fitur keamanan seperti IPsec, sehingga membuat jaringan lebih rentan terhadap serangan.
  3. Ketergantungan pada NAT: Karena keterbatasan alamat IP, banyak jaringan menggunakan Network Address Translation (NAT) untuk membagi alamat IP publik dengan perangkat lain di jaringan. Namun, hal ini dapat menyebabkan masalah keamanan dan kehandalan.

Kelebihan IP Version 6 (TCP/IPv6):

  1. Alamat IP yang lebih banyak: IPv6 menyediakan sekitar 340 undecillion (sekitar 340 triliun triliun) alamat IP, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan internet di masa depan.
  2. Keamanan yang lebih baik: IPv6 menyertakan fitur keamanan seperti IPsec, sehingga membuat jaringan lebih aman.
  3. Jaringan yang lebih efisien: IPv6 menyediakan dukungan untuk multicast dan Quality of Service (QoS), sehingga membuat jaringan lebih efisien dan cepat.

Kekurangan IP Version 6 (TCP/IPv6):

  1. Keterbatasan kompatibilitas: IPv6 masih belum didukung oleh semua perangkat dan sistem operasi, sehingga masih banyak jaringan yang harus menggunakan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan.
  2. Kompleksitas: Alamat IPv6 terdiri dari 128 bit dan menggunakan format yang berbeda dengan IPv4, sehingga lebih sulit untuk diingat dan dioperasikan.
  3. Kurangnya dukungan dari ISP: Meskipun IPv6 sudah tersedia selama bertahun-tahun, masih banyak ISP yang belum menyediakan layanan IPv6, sehingga membuat pengguna kesulitan untuk mengakses internet dengan IPv6.

Perbedaan ip address dan mac address

IP address dan MAC address adalah dua hal yang berbeda dalam jaringan komputer. Berikut adalah perbedaan antara keduanya:

  1. Fungsi: IP address digunakan untuk mengidentifikasi dan menemukan sebuah perangkat di jaringan, sedangkan MAC address digunakan untuk mengidentifikasi perangkat secara unik di dalam sebuah jaringan.
  2. Format: IP address menggunakan format alamat numerik (dalam format xxx.xxx.xxx.xxx) yang digunakan untuk mengirim dan menerima data melalui jaringan, sedangkan MAC address menggunakan format alamat fisik (dalam format xx-xx-xx-xx-xx-xx) yang ditetapkan pada perangkat keras (seperti kartu jaringan).
  3. Tingkat: IP address bekerja pada tingkat protokol internet, sedangkan MAC address bekerja pada tingkat protokol data-link.
  4. Unik: IP address bisa diganti atau dialokasikan ulang ke perangkat lain, sedangkan MAC address merupakan alamat yang unik dan terdaftar pada perangkat keras dan sulit untuk diganti.
  5. Penggunaan: IP address digunakan untuk mengirim dan menerima paket data melalui jaringan internet, sedangkan MAC address digunakan untuk mengirim dan menerima paket data di dalam jaringan lokal.

Dalam singkatannya, IP address mengacu pada alamat logis perangkat di jaringan, sedangkan MAC address mengacu pada alamat fisik atau hardware perangkat.


Mualtry - Berikut sedikit pembahasan mengenai Pembahasan IP Version 4 (TCP/IPv4) dan IP Version 6 (TCP/IPv6), jika ada hal yang perlu di tanyakan silakan tulis di kolom komentar. Sekian dari saya, disini saya hanya sekedar menshare ulang dengan maksud ingin berbagi, pastikan sobat tunggu update berikutnya hanya di www.mualtry.com. Sekian post dari saya semoga bermanfaat terima kasih.

Mualtry
Blog pribadi tempat belajar jaringan dan automation system, diharapkan agar bisa saling berdiskusi terhadap suatu masalah agar dapat saling membantu
Comments
Malu bertanya sesat di jalan, kepo itu perlu baik untuk diri sendiri maupun orang lain