Alasan Riot Games tuntut Moonton

Mualtry - Sobat gamer pasti tahu akan info beberapa hari ini yaitu Penggugatan Riot Games kepada Moonton karena adanya unsur plagiarism, plagiarism atau plagiat dapat di artikan sebagai peniruan terhadap suatu karya yang telah ada tanpa menambah unsur-unsur yang menjadi pembeda antara dua karya tersebut. Sobat dapat melihat dokumen yang tersebar di internet, berikut saya sertakan link nya Riot Moonton Complaint

 1 / 10
Image 1
2 / 10
Image 2
3 / 10
Image 3
4 / 10
Image 4
5 / 10
Image 5
6 / 10
Image 6
7 / 10
Image 7
8 / 10
Image 8
9 / 10
Image 9
10 / 10
Image 10

Riot Games, developer dibalik game League of Legends baru saja menuntut developer game Mobile Legends: Bang Bang yaitu Moonton ke pengadilan. Ini merupakan kali kedua Riot Games membawa Moonton ke pengadilan, dimana sebelumnya Riot sempat menuntut developer asal China ini dan memenangkan pengadilan tersebut. 

Tuntutan yang dilayangkan Riot Games kali ini juga ditangani oleh U.S. District Court di California, tempat yang sama ketika Riot menuntut Moonton di 2018 lalu.
Kali ini alasan kenapa Riot menuntut Moonton adalah karena Mobile Legends: Bang Bang telah melakukan plagiarisme terhadap game League of Legends: Wild Rift yang dirilis oleh Riot pada tahun 2021 lalu. Disebutkan bahwa Riot Games tidak ingin Mobile Legends: Bang Bang tersedia di Google Play Store dan App Store region Amerika Utara, dimana saat ini game tersebut berada di peringkat 67 untuk kategori strategi. 

"Riot ingin menghentikan Moonton dalam melanjutkan kampanye gratis dari game mobile milik Riot yaitu League of Legends: Wild Rift beserta konten di dalamnya," tulis komplain dari Riot Games. Memang sebelumnya Riot sempat berhasil membuat Google menghapus Mobile Legends dari Play Store, tetapi tak lama kemudian Moonton merilis versi baru dari gamenya dengan penambahan kata 'Bang Bang'.
"Karakter baru, setting, dan object diambil dari Wild Rift ke MLBB. Ketika Wild Rift dimodifikasi dan juga mendapat update, 

Moonton sering mengambil update dan modifikasi tersebut sehingga membuat kedua gamenya terlihat sangat mirip bagi para gamers," Kita lihat saja apakah Riot Games akan memenangkan kembali kasus ini atau tidak. Tahun 2018 lalu Moonton terpaksa membayar uang denda US$2,9 juta atau setara Rp42 miliar karena kalah dalam kasusnya.

Sikap terhadap kasus ini

Kita sebagai player hanya menunggu keputusan kedepanya semoga menjadi lebih baik, tetap jaga situasi dan kondisi dan jangan saling bertengkar hanya karena perbedaan pendapat. Ingat sobat kita itu Indonesia Bhinneka Tunggal Ika oleh karena itu kita sebagai bangsa yang satu harus bisa menyikapi ini dengan bijak.

Sedikit pendapat dari saya untuk pelajaran yang sangat berharga jika ada unsur mencontoh karya orang lain setidaknya kita harus izin terlebih dahulu terhadap orang yang kita jadikan patokan, hal tersebut sebenarnya sudah lumrah atau umum di indonesia, kan jadi tidak baik juga karena keserakahan kita lupa akan posisi kita dan akan menimpulkan masalah dan penyesalah di kemudian hari.

Sekian sedikit ulasan dari saya, disini saya hanya sekedar menshare ulang dengan maksud ingin berbagi informasi, pastikan sobat tunggu update berikutnya hanya di www.mualtry.com. Sekian post dari saya semoga bermanfaat terima kasih.

0Komentar

Malu bertanya sesat di jalan, kepo itu perlu baik untuk diri sendiri maupun orang lain

Sebelumnya Selanjutnya
-->